Mengenal 3 Taman Nasional di Sumatera yang Jadi Warisan Dunia UNESCO

Gugusan Pegunungan sbobet Bukit Barisan yang membentang sepanjang sekitar 1.600 – 1.700 km dari Lampung hingga Aceh adalah nadi kehidupan Pulau Sumatra. Pegunungan dengan hutan hujan yang memanjang di bagian barat Pulau Sumatra ini merupakan daerah tangkapan dan penyimpan air yang penting untuk kehidupan di sekitarnya.

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

Mengenal 3 Taman Nasional di Sumatera yang Jadi Warisan Dunia UNESCO

Kerucut sempurna gunung Kerinci yang tingginya mencapai 3.805 mdpl, menjadi salah satu ikon dari taman nasional yang luasnya mencapai 1.389.509,867 Ha. Gunung api tertinggi di Indonesia, merupakan salah satu favorit dan impian para pendaki gunung. Titik tertinggi Pulau Sumatera.
Keunikan bentang dan lanskap alamnya memang memesona, menampilkan wajah lembahan, pegunungan, hutan, dan danau. Rangkaian tidak terputus hutan hujan dataran rendah hingga pegunungan. Kawasan konservasi yang berada dalam cakupan wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu, seolah menjadi titik temu.
Kawasan pelestarian alam TN Kerinci Seblat berdiri dalam empat provinsi: Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Sejarahnya sebagai kawasan konservasi, sudah dimulai sejak masa Hindia Belanda pada 1920-an.
Keragaman hayati kawasan bagian dari Situs Warisan Dunia Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (THRS) ini, terkenal sangat tinggi. Kaya akan flora dan fauna. Setidaknya menjadi tempat tumbuh dan berkembang sekitar 4.000 spesies atau jenis tumbuhan. Di antaranya yang terkenal di dunia: bunga Rafflesia Arnoldii–bunga terbesar di dunia dan Amorphophallus Titanum–bunga tertinggi di dunia yang juga dikenal dengan sebutan bunga bangkai. Juga menjadi habitatnya sekitar 300 jenis anggrek.
Untuk jenis faunanya, kawasan ini menjadi rumah dari sekitar 371 jenis burung, 85 jenis mamalia, tujuh jenis primata, dan 16 hepetofauna. Merupakan salah satu habitat dari Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera. Di sini juga hidup Tapir Asia (Tapirus indicus) dan Kuau kerdil sumatera (Polyplectron chalcurum). Sebelumnya, pada 2003, TN Kerinci Seblat juga sudah ditetapkan sebagai Asean Heritage Park.
Selain mendaki gunung Kerinci, kamu juga dapat trekking menuju Danau Gunung Tujuh di ketinggian sekitar 1.950 mdpl – danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara. Air danau selalu terlihat bersih bahkan daun-daun pun tidak ditemukan walaupun terdapat banyak pohon tumbang di pinggir danau.
Masyarakat mengenalnya sebagai Gunung Sakti yang dijaga dua makhluk seperti manusia. Tidak hanya itu, di sini juga terdapat mata air panas, gua-gua, sungai-sungai beraliran deras dan air terjun.
Ekosistem TN Kerinci Seblat sangat beragam, dengan variasi ketinggian mulai dari 200 mdpl sampai dengan 3.805 mdpl di puncak Gunung Kerinci. Menurut Laumonier (1994) tipe ekosistem hutannya dapat diklasifikasikan dalam beberapa tipe berdasarkan elevasi dengan komposisi jenis vegetasi yang berubah sesuai dengan perubahan elevasi: hutan dataran rendah (150-200 mdpl), hutan perbukitan (300-800 mdpl), hutan sub-montana (800-1.400 mdpl), hutan montana rendah (1.400-1.900 mdpl), hutan montanan tengah (1.900-2.400 mdpl), hutan montana atas (.2.400-2.900 mdpl) dan sub-alpine (2.900 mdpl hingga ke atasnya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *